Iran: Mengirim Senjata Adalah Kewajiban Paling Penting!

November 21st, 2012 § 1 comment

Satu hari lalu, saya melaporkan bahwa salah satu fraksi Hamas, Jihad Islam, mengaku menembakkan roket Fajr-5 buatan Iran. Wakil Sekjen Jihad Islam mengatakan bahwa semua senjata yang ada di Jalur Gaza, mulai dari peluru sampai rudal buatan dan milik Iran. Menurut laporan televisi al-Alam, Wakil Sekjen Jihad Islam Ziyad Nakhalah kepada televisi al-Manar menjelaskan kenyataan ini dan menegaskan juga bahwa senjata yang dipakai Hamas menyerang Israel juga buatan Iran.

Pengakuan Ziyad diperkuat dengan pernyataan resmi Juru Bicara Kementerian Luar Negeri Republik Islam Iran, Ramin Mehmanparast. “Ini merupakan kewajiban semua negara Islam untuk mendukung bangsa tertindas Palestina ketika rezim Zionis Israel menebar kejahatan dengan berbagai senjata yang dimilikinya,” ujarnya. Sebelumnya, pihak Iran melalui Kepala Komite Urusan Luar Negeri Iran Boroujerdi Allaeddine menyangkal bahwa Iran memasok  rudal Fajr-5 ke Gaza.

Mehr News melaporkan, dalam konferensi pers mingguannya, Mehmanparast hari ini Selasa (20/11)  menjawab pertanyaan wartawan berkaitan agresi Israel ke Jalur Gaza saat ini mengatakan, “Seperti yang telah kami kemukakan bahwa berbagai fitnah di kawasan disulut oleh rezim Zionis Israel dan para pendukungnya untuk menyulut api instabilitas regional dengan mengemukakan masalah parsial, demi melemahkan front muqawama.”

Ramin Mehmanparast

Ditambahkannya, “Kelancangan rezim Zionis menyerang warga sipil Jalur Gaza dan pengulangan kejahatan perang para pejabat tinggi rezim ilegal ini dengan membunuh kaum perempuan dan anak-anak, ini semua merupakan hasil dari kelengahan atas ancaman utama yaitu rezim Zionis.”  Ditanya soal koordinasi Republik Islam Iran dengan negara-negara Islam untuk menyelamat warga Gaza, Mehmanparast mengatakan, “Segera setelah serangan Israel dimulai, lembaga-lembaga diplomasi Iran bergerak dan kementerian luar negeri mengontak para menlu negara-negara Islam. Di sela-sela sidang Organisasi Kerjasama Islam (OKI) di Djibouti, kami mengadakan berbagai pertemuan dan juga melayangkan surat kepada para pejabat tinggi internasional dan regional yang isinya menekankan aksi serius dalam menghentikan dan mengecam kejahatan tersebut.”

Presiden Iran Mahmoud Ahmadinejad dan Pemimpin Senior Hamas Ismail Haniyeh

Ditanya soal isu yang beredar bahwa Iran mengirim rudal Fajr-5 ke Gaza, Mehmanparast mengatakan, “Ini merupakan kewajiban semua negara Islam untuk mendukung bangsa tertindas Palestina ketika rezim Zionis Israel menebar kejahatan dengan berbagai senjata yang dimilikinya.” Mehmanparast menegaskan, “Dukungan terhadap bangsa Palestina, merupakan prioritas utama politik luar negeri Iran, dan sekarang kami siap untuk mengirim bantuan makanan, obat-obatan dan perlengkapan medis.” Sebelumnya, Sekjen Hizbullah Lebanon, Sayid Hasan Nasrullah juga menegaskan bahwa dukungan Iran dan Suriah terhadap muqawama Gaza tidak dapat dipungkiri. Dikatakannya, “Sekarang mengirim senjata ke Gaza dan pembukaan seluruh jalur perbatasan, merupakan salah satu kewajiban yang paling penting.”
Jika menilik hubungan strategis Iran-Hizbullah Lebanon-HAMAS, secara politik dan militer semakin dipandang, bak dua sisi mata uang, alias semakin tidak terpisahkan satu sama lain. Bagi Iran, Hizbollah adalah kartu strategisnya yang menjadi kepanjangan tangan kepentingan Teheran di Timur Tengah (Timteng). Hizbollah pun merupakan pilar utama dalam lingkaran kubu antihegemoni AS dan Israel di Timteng yang di dalamnya terdapat Suriah, Hamas, Iran, Jihad Islami, dan kelompok Syiah Al Mahdi pimpinan Moqtada Al Sadr di Irak. Hizbollah yang didirikan tahun 1982 oleh pengawal revolusi Iran semula ditujukan melawan pendudukan Israel di Lebanon Selatan. Namun, kini misi itu meluas, tidak hanya di Lebanon, tetapi juga di mana pun asalkan satu sasaran, yaitu membendung hegemoni AS dan Israel. Tidak heran jika Hizbollah ikut melatih milisi Syiah bersenjata di Irak, khususnya pasukan Al Mahdi pimpinan Moqtada Al Sadr, untuk melawan pasukan AS. Hezbollah kini menyebarkan pula anggotanya di Mesir sebagai pintu masuk untuk membantu Hamas melawan Israel di Jalur Gaza.
Iran dan Hizbollah ditengarai memberi pelatihan militer kepada pengikut kelompok Al Khutsi di Yaman yang tengah berperang dengan pasukan Yaman. Hizbollah pun pasti siap merambah ke negara lain, demi satu tujuan: membendung hegemoni AS dan Israel. Aksi Hizbollah melebarkan sayapnya itu seiring dengan ambisi Iran memperluas pengaruhnya di Timteng dalam konteks pertarungan besar dengan AS dan Israel.
Popularitas Iran
Iran berhasil meraih popularitas di Timteng karena Iran, sejak revolusi tahun 1979, memberi daya pikat kuat kepada gerakan-gerakan Islam di dunia Arab dan Islam. Iran pun selalu mengulurkan tangan memberi bantuan moril ataupun materiil terhadap gerakan-gerakan Islam, khususnya gerakan bermazhab Syiah. Iran selalu menemukan pijakan di negara-negara lemah atau sedang mengalami kekacauan, seperti Lebanon, Afganistan, Irak, Yaman, Sudan, dan Palestina. Aliansi lalu terjalin antara Iran dan kekuatan-kekuatan politik di banyak negara yang sehaluan secara politik. Di Lebanon, terjalin Iran-Hizbollah. Di Afganistan, ada duet Iran-aliansi Utara pada era Taliban untuk melawan kekuasaan Taliban yang semula didukung AS dan Pakistan sebelum terjadi tragedi 11 September 2001.
Kini di Afganistan, terbentuk aliansi Iran-Hadara yang bermazhab Syiah. Di Yaman, disinyalir ada aliansi Iran-kelompok Al Khutsi yang sedang berperang dengan Pemerintah Yaman. Di Sudan, Iran punya hubungan kuat dengan Presiden Omar Hassan Bashir. Di Palestina, Iran menjalin hubungan kuat dengan Hamas. Di Aljazair, punya hubungan kuat pula dengan pengikut dan simpatisan FIS (Front Penyelamat Islam). Iran adalah pengkritik keras tindakan militer mengkudeta hasil pemilu 1991 yang dimenangkan FIS.
Akan tetapi, hubungan Iran-Hizbollah lebih spesial, dibanding hubungan Iran dan gerakan-gerakan Islam lainnya. Iran memiliki lembaga khusus bernama Divisi Al Quds yang merupakan sayap urusan luar negeri dari pengawal revolusi. Divisi Al Quds adalah perancang dan penanggung jawab proyek pengembangan pengaruh Iran di luar negeri. Hezbollah merupakan cabang istimewa dari Divisi Al Quds. Hizbollah sering melaksanakan tugas-tugas khusus dari Divisi Al Quds itu.
Komandan Divisi Al Quds saat ini dipegang Jenderal Qasim Sulaimani yang merupakan salah seorang perwira tinggi cemerlang di Iran. Jenderal Qasim Sulaimani di bawah komando langsung Pemimpin Spiritual Iran Ayatollah Ali Khamenei. Divisi Al Quds mendapat anggaran 2 miliar dollar AS per tahun dari Ali Khamenei. Komandan militer Hizbollah, Imad Mughniyeh, yang tewas di Damascus pada Februari 2008 adalah penanggung jawab koordinasi Divisi Al Quds di Lebanon dan Suriah. Mughniyeh juga koordinator hubungan Iran dan faksi-faksi Palestina.
Secara terpisah, “Kita tahu Hamas dan Hizbullah selama ini adalah pion-pionnya Iran,” kata Sabam Siagian dalam Diskusi Panel Palestina oleh Konggres Advokat Indonesia di Jakarta.
Hubungan Hamas dan Iran sebenarnya dapat ditelusuri kembali di era 1980-an. Yang jika mengacu pada analisis Hudson Institut di Amerika, menjadi titik tolak pertama hubungan Hamas dan Iran. Namun hubungan ini masih bersifat minor. Iran saat itu lebih fokus menggalang kekuataan Shiah di kawasan teluk, termasuk mendanai militan Hizbullah Libanon. Hamas yang beraliran Sunni Palestina pun enggan bergantung sepenuhnya pada Iran. Mereka hanya meminta bantuan Iran saat ingin mengalahkan popularitas rival mereka, Palestinian Islamic Jihad (PIJ).
Namun Perang Teluk Amerika dan Irak di 1991 mengubah segalanya. Menyaksikan Irak mulai runtuh, Iran menyadari mereka harus mulai menggalang kekuatan di kawasan teluk. Hubungan Iran dengan Hamas menguat saat delegasi Hamas pimpinan Musa Abu Marzook mengunjungi Tehran dan bertemu para pimpinan kunci disana. Termasuk Ayatollah Ali Khameini sendiri. Hudson Institut melaporkan Iran saat itu bekomitmen memngucurkan subsidi US $ 30 juta pertahun bagi Hamas, termasuk memberikan senjata dan pelatihan militer di Iran, Libanon serta Sudan. Tahun 1993 Hamas bahkan membuka kantor cabang mereka di Tehran dan menyatakan Hamas serta Iran kini memiliki ”persamaan pandangan atas isu Palestina dari dimensi Islamiyah”. Hamas telah menjadi aset strategis Iran di jantung Daud.
Tak hanya erat, hubungan Iran-Hamas selanjutnya bagaikan sekutu. Setelah perang intifada kedua terjadi di 2000, invasi Amerika ke Irak, kematian pemimpin Fatah Palestina Yaser Arafat serta kemenangan Hamas dalam pemilu Palestina 2006; Iran pun mulai mengalihkan dukungannya dari Hizbullah ke Hamas.
”Hamas terlihat sebagai alat yang lebih berkuasa (daripada Hizbullah) untuk menolong Iran mewujudkan keinginannya mendominasi kawasan,” tulis Meyrav Wurmser, Direktur Pusat Studi Timur Tengah Hudson Institut dalam analisanya. Menurut Wurmser, meski berbeda sekte, Hamas dan Iran tetap berbagi ideologi Islamiyah yang sama. Hamas tak hanya sekedar ingin menegakkan negara Islam Palestina dari Jalur Barat dan Gaza, namun juga ingin mengeliminasi keberadaan Israel, musuh lama Iran, disana.
Perdana Menteri Hamas Palestina Ismail Haniya sendiri pernah menyatakan Iran telah menjadi patner strategis bagi rakyat Palestina. Saat Pemerintahan Fatah Mahmoud Abbas memecat Haniyeh di Juli 2007, pernyataan Haniyeh setahun sebelumnya itu segera menebar spekulasi Iran berada di balik kudeta Hamas merebut Jalur Gaza.
Kini saat pionnya digebuki Israel, Iran memilih bermain di balik layar. Bukan hanya Israel saja yang mengamat-amati arah kebijakan Presiden terpilih Barack Obama atas isu Gaza. Iran juga turut pasang mata. Pertama kali dalam sejarah dunia, Presiden Mahmoud Ahmadinejad menjadi pemimpin Iran pertama yang mengucapkan selamat atas kemenangan Obama. Sekaligus menyatakan menerima janji kampanye Obama untuk bernegosiasi dengan Iran. Kini konfrontasi Israel di Gaza, tanpa sengaja telah memberi kesempatan Iran menguji janji Obama.

§ One Response to Iran: Mengirim Senjata Adalah Kewajiban Paling Penting!

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>

What's this?

You are currently reading Iran: Mengirim Senjata Adalah Kewajiban Paling Penting! at Mawar Merah.

meta